Diselenggarakan Oleh :
logo


Kapan

7 – 8 April 2021

Dimana

Virtual Event (Kegiatan dilakukan secara daring)

Simposium Nasional Hiu dan Pari di Indonesia Ke-3

"Penguatan Kolaborasi dan Sinergi dalam Pengelolaan Hiu dan Pari"




SHARKULATOR – HITUNG BERAPA EKOR HIU YANG KAMU SELAMATKAN!


Berdasarkan riset yang berbasis ilmiah, Shakulator dapat menjadi tools yang dapat menjadi dasar pertimbangan guna meyakinkan publik untuk tidak mengonsumsi sup sirip hiu, karena pada dasarnya kebanyakan konsumen tidak mengetahui asal-usul dan keterlacakan (traceability) produk hiu yang dikonsumsinya. Hiu dan pari dengan produktivitas lebih tinggi, dan populasinya yang tidak terancam punah dapat ditangkap secara berkelanjutan. WWF Sharkulator merupakan inisiasi WWF Global (sharks.panda.org) sebagai aplikasi web kalkulator terbaru untuk menghitung berapa banyak hiu yang bisa diselamatkan ketika orang memilih untuk tidak mengonsumsi sup sirip hiu dengan memasukkan sejumlah mangkuk sup sirip hiu yang mereka rencanakan untuk tidak di konsumsi. Selengkapnya

Pandemi Corona Paksa Pemburuan Hiu Berhenti


Pandemi Corona yang muncul sejak akhir tahun 2019, menyentak aktivitas penangkapan hiu yang berlangsung di Indonesia sejak dulu. Aktivitas penangkapan hiu di Pulau Ambo, satu tempat pendaratan hiu terbesar berhenti sejak awal April 2020. Rantai pasok hiu rontok karena Corona mewabah seluruh dunia. Dari hilir hingga konsumen. Di Tiongkok, tempat awal mula kemunculan virus ini merupakan negera tujuan terbesar ekspor produk hiu. da peluang konservasi dengan adanya dampak pandemi ini. WWF Indonesia bilang, ini menjadi momen penting buat mengevaluasi kebijakan dari aktivitas dagang hiu di Indonesia seperti ketelusuran produk. Tapi pandangan WCS Indonesia beda, pandemi ini justru berpeluang meningkatnya bycath terhadap hiu. Selengkapnya

Konservasi Hiu dan Pari Butuh Data Memadai


Pelestarian hiu dan pari di Indonesia masih terganjal soal pendataan. Pasalnya, hingga kini, data komprehensif mengenai perikanan dua spesies itu belum memadai. Untuk memastikan perikanan hiu dan pari dilakukan secara berkelanjutan, dibutuhkan data pendaratan ikan yang komprehensif. Peningkatan kapasitas diharapkan dapat mendukung upaya penegakkan hukum perlindungan spesies, regulasi perdagangan, memastikan pemanfaatan yang legal dan berkelanjutan, pemenuhan terhadap konvensi internasional serta kepatuhan terhadap peraturan nasional. Selengkapnya

SHARKS AWARENESS DAY 2020: Ajak Anak Muda Lestarikan Hiu dan Pari


Bertepatan dengan Shark Awareness Day pada tanggal 14 Juli 2020, WWF-Indonesia menyelenggarakan diskusi daring #SharksonTuesDay bertajuk “Anak Muda Urus Hiu: Cerita Hiu dari Hulu ke Hilir”. Diskusi ini diikuti oleh lebih dari 250 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah, swasta, komunitas, maupun pelajar dari berbagai kota di Indonesia. Sebagaimana judulnya, diskusi kali ini menghadirkan anak-anak muda Indonesia yang berkontribusi dalam upaya pelestarian hiu sebagai narasumber di antaranya adalah Demas Derian Siahaan dari Konservasi Keanekaragaman Hayati Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, dan Andhika P. Prasetyo dari Pusat Riset Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Selengkapnya





Simposium akan dimulai pada:

Hubungi Kami