logo logo


Kapan

21 – 22 Mei 2024

Dimana

FMIPA, Universitas Indonesia

Simposium Hiu dan Pari di Indonesia Ke-4

Habitat Kritis untuk Hiu dan Pari: Mengelola Tantangan yang Muncul melalui Strategi Mitigasi, Pemulihan Populasi, dan Integrasi Dimensi Manusia

 

Simposium Indonesia hiu dan pari ke-4 akan berfokus pada eksplorasi habitat kritis, strategi mitigasi, upaya pemulihan populasi, status konservasi, serta aspek dimensi manusia dari tantangan yang muncul dalam konteks konservasi hiu dan pari. Kegiatan ini akan menyediakan platform bagi para ahli dan pemangku kepentingan dalam membahas pentingnya identifikasi habitat kritis, serta menemukan cara inovatif dalam memitigasi ancaman dan meningkatkan pemulihan populasi hiu dan pari. Kegiatan ini juga akan menekankan perlunya pemahaman mendalam terkait status konservasi hiu dan pari dari waktu ke waktu, sambil menjelajahi dimensi manusia dengan menyoroti aspek sosio-ekonomi yang terkait dengan upaya pelestariannya.



Simposium Nasional Hiu dan Pari di Indonesia Ke-2: Menuju Pengelolaan Hiu dan Pari Berkelanjutan


Eksploitasi hiu dan pari di Indonesia secara berlebih akan menyebabkan terjadinya penurunan populasi kedua spesies tersebut. Pemerintah dan masyarakat seyogyanya menyadari, perlu dibutuhkan waktu lama untuk memulihkan keberadaannya kembali. Terlebih, spesies yang ditangkap, telah masuk dalam daftar Apendiks II Convention on International Trade of Endangered species (Konvensi Perdagangan Spesies Terancam Punah).
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengenang sebuah kisah pada masa kecilnya. Ia mengatakan bahwa keberadaan pari manta dan whale shark merupakan sebuah tanda bahwa terdapat banyak ikan di lautan. Namun keberadaan pari manta dan whale shark, mulai langka ketika sebelumnya kapal-kapal asing diizinkan masuk ke perairan Indonesia. Selengkapnya

Prosiding Simposium Hiu dan Pari Indonesia ke-1


Simposium Hiu dan Pari Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan WWF-Indonesia pada bulan Juni 2015 lalu, telah diikuti oleh lebih dari 50 peneliti dari seluruh Indonesia. Para peneliti tersebut memberikan kontribusi dengan mempublikasikan hasil penelitian mereka mengenai hiu dan pari di Indonesia. Setelah melewati beberapa tahap tinjauan sejak hasil penelitiannya dipresentasikan, hasil rumusan simposium berupa dokumen prosiding telah diterbitkan oleh KKP dan WWF-Indonesia pada pertengahan bulan Maret 2016. Prosiding tersebut dapat diunduh di sini





Simposium akan dimulai pada:

Hubungi Kami