Diselenggarakan Oleh :
logo

Pre Simposium Workshop

JADWAL PRE SIMPOSIUM

disini


img

1. WWF Shark and Ray Training and Workshop: MPA for Sharks & Rapid Assessment Tool (RAT)

5-6 April 2021


Workshop ini ditujukan terbatas untuk perwakilan-perwakilan dari negara Coral Triangle Initiative (CTI) yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua New Guinea, Timur Leste dan Kepulauan Solomon. Penggunaan area perlindungan untuk mengurangi tingkat kematian hiu dan pari dengan berbagai cara. Penelitian menunjukan bahwa efektifitas Kawasan Konservasi yang telah ada cukup sulit untuk adanya spesifik perlindungan spesies hiu dan pari yang dapat ditetapkan tanpa adanya indikator yang terukur atau mempertimbangkan karakteristik hiu dan pari secara spesifik. WWF bekerja sama dengan James Cook University Australia untuk menyediakan panduan yang dapat menjawab hal tersebut serta dengan panduan penilaian cepat untuk data-data terbatas melalui A Practical Guide to the Effective Design and Management of MPAs for Sharks and Rays and Rapid Assessment Tookit (RAT) for Sharks and Rays.

 

Narasumber:

Dr. Cassie Rigby

James Cook University

 

Waktu: 5-6 April 2021

Durasi: 180 menit (3 jam)/hari

Pendaftaran dibuka: 22 Maret 2021 (terbatas)

.


img

2. Pedoman Pendataan Perikanan Hiu dan Pari di Lokasi Pendaratan

5 April 2021


Publikasi yang dikeluarkan pada tahun 2020 oleh BRSDM-KP bersama mitra  ini menjadi pedoman enumerator dalam melakukan pendataan hiu dan pari di lapangan, dalam workshop ini dibagi menjadi beberapa bagian yang dapat diikuti oleh peserta yaitu:

a. Ruang lingkup pendataan

b. Sampling di lokasi pendaratan

c. Spesies hiu dan pari prioritas

d. Peralatan dan teknik dalam pengukuran

e. Teknik fotografi pada spesies

f. Pengumpulan dan pengawetan sampel

g. Verifikasi Spesies

 

Narasumber:

- Budi Nugraha (a,b)

- Andreas Samu-Samu (d,e)

- Andhika P. Prasetyo (c,f,g)

 

Waktu: 5 April 2021

Durasi: 180 menit (3 jam)

Pendaftaran dibuka: 24 Maret 2021 (peserta terbatas)

Link Pendaftaran

.


img

3. PELATIHAN TEKNIS: Aplikasi penggunaan identifikasi fotografis (Photo-ID) dan basis data foto untuk memahami demografi populasi pari manta

5-6 April 2021


Banyak satwa darat maupun laut memiliki pola unik yang tidak berubah pada tubuh mereka yang bisa digunakan untuk membedakan individu satu dengan lainnya melalui identifikasi fotografis (photo-ID). Metode ini sudah digunakan secara luas dan sangat handal untuk memahami struktur dan demografi populasi satwa, termasuk dinamika populasi satwa itu sendiri. Metode ini relatif terjangkau dan sederhana sehingga masyarakat umum bisa berpartisipasi, khususnya dalam pengambilan foto satwa. Pelatihan ini akan menggunakan studi kasus populasi pari manta karang (Mobula alfredi) di Bentang Kepala Burung. Setiap individu pari manta memiliki pola unik di permukaan ventral tubuhnya dan pola ini tidak pernah berubah sepanjang hidupnya, seperti sidik jari manusia. Dengan menggunakan foto bagian ventral ini dan juga sejumlah informasi dasar, seperti lokasi dan waktu kemunculan, jenis kelamin, dan pola pewarnaan, ilmuwan mengembangkan basis data foto untuk mendokumentasikan dan memantau suatu populasi pari manta di satu habitat. Penggunaan identifikasi fotografis dan basis data foto pari manta memungkinkan kita untuk menginvestigasi pola kemunculan dan migrasi pari manta secara temporal dan spasial serta mengestimasi ukuran populasinya. Dalam jangka panjang, metode ini bisa digunakan untuk mengidentifikasi habitat kritis (seperti tempat makan dan pembesaran), ancaman, tingkat reproduksi, dan informasi biologi lainnya yang sangat penting untuk pengambilan keputusan dalam pengelolaan dan konservasi pari manta. Dalam pelatihan ini, peserta akan mempelajari tentang konsep identifikasi fotografis dan basis data foto pari manta, memiliki pengalaman dalam pengumpulan dan analisis data kemunculan pari manta sekaligus menginterpretasi hasil analisis, dan memahami implikasi hasil ini untuk pengelolaan.Pelatihan ini terbatas hanya untuk 50 orang peserta.

 

Pelatihan berlangsung 2 hari dari tanggal 5 – 6 April, dengan materi sebagai berikut:

- Pengenalan konsep identifikasi fotografis dan basis data foto

- Metode survei atau pengumpulan data

- Simulasi pengisian data dan pengenalan sistem basis data

- Analisis data

- Interpretasi data dan aplikasinya untuk pengelolaan

 

Narasumber:

Edy Setyawan

(The Manta Trust – UK dan The University of Auckland – NZ)

 

Waktu: 5-6 April 2021

Durasi: 180 menit (3 jam)/hari

Pendaftaran dibuka: 22 Maret 2021 (terbatas)

Link Pendaftaran

.


img

4. PELATIHAN TEKNIS: Model Distribusi Spesies dengan Geographic Information System (GIS) & Machine Learning: Studi kasus pari manta di Bentang Laut Sunda Kecil

6 April 2021


Melestarikan spesies dan habitat sangat bergantung pada pengetahuan di mana mereka berada. Selama lebih dari dua abad, ahli biologi telah melakukan inventarisasi lapangan untuk memetakan distribusi tumbuhan dan hewan. Namun, distribusi lengkap spesies masih sering tidak diketahui, karena inventarisasi lapangan tidak dapat mencakup seluruh wilayah. Untungnya, kemajuan terbaru dalam statistik dan komputasi sekarang memungkinkan pemetaan habitat spesies yang komprehensif menggunakan pendekatan yang disebut pemodelan distribusi spesies (Species Distribution Modelling). Pemodelan distribusi spesies (juga dikenal sebagai pemodelan habitat, pemodelan relung ekologi, pemodelan kesesuaian habitat dan pemodelan habitat penting) menjadi semakin banyak digunakan dalam ekologi kelautan. Metode ini berbasis GIS yang inovatif dengan menggabungkan data observasi spesies dengan prediktor lingkungan untuk memetakan habitat dengan lebih baik. Hasil mencakup peta kesesuaian habitat (dari nilai kesesuaian terrendah hingga tertinggi) di seluruh wilayah studi. Di area dengan nilai kesesuaian habitat yang rendah, spesies diyakini tidak hadir/memiliki probabilitas yang rendah untuk hadir, sedangkan area dengan nilai kesesuaian habitat yang tinggi sebaliknya, dan hal ini tentunya dapat memandu kita untuk memprioritaskan usaha survei/monitoring dan tindakan pengelolaan.

 

Pelatihan kali ini bertujuan untuk memberikan pengenalan konsep dan aplikasi praktis pemodelan distribusi spesies di lingkungan laut, dan bagaimana mengintegrasikan pemodelan distribusi spesies ini kedalamGIS.Pelatihan kali ini akan menggunakan studi kasus populasi pari oseanik di Bentang Laut Sunda Kecil. Pelatihan ini terbatas hanya untuk 50 orang peserta.

 

Pelatihan berlangsung pada tanggal 6 April, dengan materi sebagai berikut:

- Pendahuluan - Pengenalan SDM dan dasar-dasar GIS untuk pemetaan kesesuaian habitat

- Pembuatan layer data raster untuk variabel lingkungan/predictor

- Pemilihan variabel lingkungan

- Pengolahan data survei di GIS

- Membuat visualisasi spasial dan prediksi dari SDM, dan memvalidasi kemampuan prediksi SDM

- Interpretasi hasil

 

Waktu: 6 April 2021

Durasi: 180 menit (3 jam)

Pendaftaran dibuka: 22 Maret 2021 (terbatas)

Link Pendaftaran

*Catatan peserta sudah harus memimiliki dasar GIS (ArcGIS atau QGIS disarankan)

.


img

5. WORKSHOP: Digital Marketing & Promosi Wisata Hiu Pari

5 April 2021


Workshop ini ditujukan untuk para penggiat wisata berbasis spesies terutama hiu dan pari. Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai, sangat berdampak pada sektor wisata bahari. Para penggiat wisata melakukan berbagai usaha untuk tetap berjalan. Saat ini adalah saat yang tepat untuk mengembangkan strategi untuk menarik kembali pasar saat situasi kembali normal untuk berwisata. Workshop ini akan mengupas strategi digital promosi dan pemasaran wisata berbasis spesies yang efektif.

 

Materi terdiri dari:

- Presentasi tren perkembangan virtual tour dalam industri pariwisata

- Exercise pembuatan story telling dan teknik produksi audio visual

 

*Peserta sebelum mengikuti workshop diwajibkan untuk membuat social media post termasuk caption dan short video (termasuk audio), dengan tema alam, budaya, dan keberlanjutan. Video ini akan menjadi bahan pembelajaran dan evaluasi dalam sesi exercise.

 

Narasumber:

- Iben Yuzenho (SEBUMI)
- Julius Bramanto (Traval)

 

Waktu: 5 April 2021

Durasi: 180 menit

Pendaftaran dibuka: 22 Maret 2021 (terbuka untuk umum)

Link Pendaftaran

.


img

6. Road To: Geopark Gorontalo

6 April 2021


Geopark atau taman bumi adalah sebuah wilayah geografi tunggal atau gabungan, yang memiliki situs warisan geologi, serta bentang alam yang bernilai. Penetapan regulasi Geosite menjadikan pembangunan pariwisata Provinsi Gorontalo siap dengan destinasi pariwisata yang memiliki daya tarik unggulan seperti wisata minat khusus, bawah laut, wisata domestik antar kabupaten dan kota, serta dukungan promosi dan pendampingan pengembangan destinasi, di semua daerah yang harus sejalan dengan inisiasi Geopark Gorontalo. Konsep pengelolaan dan pembangunan kawasan secara berkelanjutan, melalui pengembangan taman bumi (Geopark) di Provinsi Gorontalo telah diinisiasi sejak tahun 2018. Tahun 2019 dan tahun 2020 telah dilakukan beberapa kajian geodiversity, biodiversity dan kajian cultural diversity, di beberapa lokasi Geosite Potensial yang tersebar di Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango. Momen ini akan digunakan untuk melaunching geosite hiu paus yang berada di Kabupaten Bone Bolango.

 

Narasumber:

- Budiyanto Sidiki, S. Sos, M. Si (Kepala Bapppeda Provinsi Gorontalo)

- Dr.Sc.Yayu Indriati Arifin (Tim kerja geopark Gorontalo)

- Dr. Ir. Aryanto Husain, MMP ( Ketua Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia Gorontalo)

 

Waktu: 6 April 2021

Durasi: 180 menit

Pendaftaran dibuka: 22 Maret 2021 (terbuka untuk umum)

Link Pendaftaran

.


img

7. Road to: Rencana Aksi Daerah Konservasi Hiu Paus di NTB

5 April 2021


Dalam rangka mendukung Pengelolaan, Perlindungan dan Pemanfaatan Hiu Paus di NTB , Pemda berserta mitra melakukan inisiasi untuk melindungi kawasan Teluk Saleh sebagai salah satu lokasi Cagar Biosfer SAMOTA (Saleh,Moyo, dan Tambora) dan mendukung implementasi Rencana Aksi Nasional Konservasi (RAN) Hiu Paus melalui pengadopsian RAN kedalam Rencana Aksi Daerah Konservasi Hiu Paus di NTB.

 

Narasumber:

- H. Drs. Yusron Hadi (Kepala Dinas Kelautan Perikanan NTB)

- Prof. Endang Sukarna, Ph.D 

- Dr. Sitti Hilyana

 

Moderator:

Dr. Sitti Hilyana, M.Si

 

Waktu: 5 April 2021

Durasi: 120 menit

Pendaftaran dibuka: 22 Maret 2021 (terbatas untuk undangan – pemda lokasi prioritas RAN)

Link Pendaftaran

.


img

8. Elasmobranch of The Day: What is Your Favorite Shark and Ray? #IES

6 April 2021


Merangkul semua penggiat hiu dan pari serta pemerhati kelautan dan perikanan untuk berkontribusi dalam mendokumentasikan keanekaragaman di Indonesia hiu, pari, skate dan chimera (Subkelas Elasmobranch). partisipasi masyarakat untuk mengobservasi hiu, pari, skate dan chimera. Sehingga mampu mempelajari distribusi dan area geografisnya di Perairan Indonesia dan Sekitarnya. Indonesian Elasmobranch Society (IES) dibentuk pada tahun 2016. IES bertujuan untuk mendokumentasikan keanekaragaman hiu, pari, skate dan chimera (Subkelas Elasmobranch) di Indonesia.

 

Tautan: https://www.inaturalist.org/projects/indonesian-elasmobranch-society

 

Adapun beberapa hal yang dilakukan oleh IES adalah:

- Mengetahui distribusi subkelas Elasmobranch di Indonesia yang dapat berkontribusi dalam informasi terbaru terkait dengan jumlah dan jenis di Indonesia.

- Meninjau jenis Elasmobranch yang telah disubmit untuk memastikan identifikasi jenis dengan pakar-pakar yang telah ada di Inaturalist 

- Publikasi kegiatan atau acara-acara yang berhubungan dengan Elasmobrach yang diadakan oleh pemerintah, praktisi, akademisi, dan lain-lain 

- Membagi informasi seputar jenis spesies untuk menjadi bahan edukasi dalam Elasmobranch of The Day 

 

Narasumber:

Andhika P. Prasetyo

 

Waktu: 6 April 2021

Durasi: 60 menit

Pendaftaran dibuka: 29 Maret 2021 (Peserta terbatas)

Link Pendaftaran

.