Diselenggarakan Oleh :
logo logo logo logo

Topik Simposium

1. Biologi , Populasi dan Ekologi

 

Dalam tema ini, pemakalah bisa menyajikan terkait biologi, distribusi, populasi, ekologi, keterkaitan habitat, genetika, penangkapan, dan mitigasi bycatch hiu. Terkait dengan hasil kajian tersebut bisa menunjukan estimasi stok dan status populasi hiu dan pari di Indonesia dari daerah-daerah dimana hiu ditemukan dan terdistribusi dalam ekosistem tertentu maupun laut lepas. . Pendugaan populasi beberapa jenis  hiu yang terancam punah tentu akan menjadi pertimbangan untuk pengaturan lokasi, alat penangkap ikan, dan musim penangkapan. Sintesa penelitian DNA dibeberapa lokasi juga diperlukan untuk memetakan populasi jenis hiu dan pari tertentu.

 

2. Sosial, Ekonomi dan Kelembagaan

 

Tema ini dapat menjelaskan terkait perdagangan, valuasi ekonomi dan kearifan lokal yang berada di daerah-daerah seluruh Indonesia. Selain pemanfaatan dari perdagangan, tema ini juga mencangkup terkait nilai-nilai pariwisata yang dimiliki dari spesies hiu dan pari di kawasan perairan Indonesia. Beberapa daerah di Indonesia dalam identifikasi jenis hiu olahan yang diperdagangkan dan pendistribusian produk olahan hiu dan pari antar daerah banyak yang tidak tercatat, merupakan tantangan yang harus diperbaiki dalam mengetahui ketelusuran produk hiu dan pari yang  diperdagangkan. Adanya informasi terkait pemafaatan di sentra perdangan di Indonesia akan memudahkan pengelolaan hiu dan pari.

 

3. Pengelolaan dan dan  Konservasi

 

Pemakalah bisa memasukan aspek-aspek yang berhubungan dengan kebijakan, ekowisata, regulasi, dan konservasi. Perlu adanya regulasi khusus untuk pengelolaan hiu dan pari di Indonesia yang diantaranya mengatur mengenai: ukuran dan lokasi tangkap, ketentuan perlakuan shark finning, habitat dan jenis yang perlu dilindungi serta beberapa spesies tertentu yang perlu diatur pemanfaatannya. Informasi ini akan menjadi penting untuk dilakukan sebagai upaya untuk menyatukan dan menyempurnakan beberapa regulasi  hiu dan pari yang telah ada di Indonesia, mendorong adanya perlindungan habitat penting untuk hiu dan pari (nursery ground, mating ground, feeding ground, lokasi pelepasan anakan hiu) sebagai bentuk dukungan terhadap Kawasan Konservasi Perairan (KKP).